PEMERINTAH LANJUTKAN PROGRAM BIODIESEL

ENERGI TERBARUKAN
Pemerintah Lanjutkan Program Biodiesel



JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah tengah menyiapkan program B100 atau biodiesel sebagai bahan bakar minyak pengganti solar. Jika program ini sukses, biodiesel bisa menggantikan kebutuhan solar yang diperkirakan mencapai 47 juta kiloliter pada 2025.

"Saat ini sedang berjalan program B20. Selanjutnya B30, B40 sampai B100. Akan tiba saatnya timbul keseimbangan baru berapa kebutuhan biodiesel dan kemampuan produksi di dalam negeri untuk menggantikan solar," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada peluncuran laporan "Brown to Green 2019" yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Program B20 yang sedang berjalan saat ini adalah program pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20 persen biodiesel dan 80 persen solar. Nama produk bahan bakar ini di pasar adalah biosolar. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Kebijakan itu dimulai pada 2015 dengan kadar 15 persen (B15), lalu B20 mulai 2016, dan akan jadi B30 mulai 1 Januari 2020.

Selain pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies Yoze Rizal Damuri menambahkan, kendaraan listrik bisa menjadi solusi mengurangi emisi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Presiden Joko Widodo mengamanatkan pengoptimalan biodiesel dan sumber energi terbarukan lain untuk mengurangi defisit perdagangan migas. Defisit terjadi lantaran kebutuhan bahan bakar minyak nasional mencapai 1,5 juta barel per hari, sedangkan kemampuan produksinya kurang dari 800.000 barel per hari.
"Energi yang tidak ramah Iingkungan berkontribusi terhadap pemanasan global dan cuaca ekstrem hingga menyebabkan 16.000 jiwa meninggal dan kerugian ekonomi senilai 142 miliar dollar AS setiap tahun di negara-negara G-20," kata Manajer Program Green Economy IESR Erina Mursanti. (APO)



(Sumber : https://kompas.id/baca/utama/2019/11/20/pemerintah-janji-lanjutkan-program-biodiesel/ )

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »