IPOSC Bakal Bahas Masalah Harga TBS Petani Sampai Program Peremajaan Sawit

IPOSC Bakal Bahas Masalah Harga TBS Petani Sampai Program Peremajaan Sawit 

IPOSC Bakal Bahas Masalah Harga TBS Petani Sampai Program Peremajaan Sawit  

InfoSAWIT, JAKARTA – Beragam tantangan industri kelapa sawit yang muncul tahun ini mesti segera dicarikan solusinya, apalagi permasalahan tersebut juga berdampak kepada petani kelapa sawit. 

Tantangan dan perkembangan sawit indonesia diatas tersebut, seharusnya dimanfaatkan oleh petani sawit sebagai peluang untuk melakukan perbaikan dan konsolidasi di tingkat petani sawit rakyat.
Untuk itu Persatuan Organsiasi  Petani Kelapa Sawit (POPSI) terdiri dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (ASPEKPIR), dan Asosiasi Sawit Masa Depanku (SAMADE), dengan dukungan Media Perkebunan dibawah Kementerian  Pertanian,  akan menyelenggarakan Kegiatan Indonesian Palm Oil Smallholders Conference & Expo (IPOSC) 2019 : Penguatan SDM dan Kelembagaan Petani Basis Kesuksesan Petani Sawit dengan melibatkan pemerintah, perusahaan, serta lembaga mintra pembangunan non pemerintah. Acara akan dilakukan selama dua hari dari 27-28 November 2019, berlokasi di Hotel Aston, Pontianak, Kalimantan Barat.

Konferensi ini, tutur Manager Organisasi dan Keanggotaan Serikat Petani Kelapa Sawit, Sabaraudin, akan membicarakan tantangan dan perkembangan pada industri sawit di Indonesia yang berhubungan dengan petani sawit serta mencari solusi bersama pemerintah, asosiasi petani dan lembaga non pemerintah dengan fokus pada mencari solusi pada harga TBS sawit yang rendah.

Lantas, percepatan mempersiapkan petani masuk dalam sertifkiasi ISPO dan RSPO. Legalitas petani sawit baik itu terkait dengan sertifikat seperti (SHM, SKT). Pemetaan petani sawit mendukung percepatan program STDB petani. Peningkatan produktifitas petani sawit.
“Percepatan Pembentukan kelembagaan atau revitalisasi klelembagan sebagai bagain dari persipan percepatan petani masuk dalam rantai sawit berkelanjutan melalui ISPO dan RSPO yang didukung oleh semua pihak,” kata Sabarudin menambahkan.

Termasuk membahas percepatan impelementasi moratorium sawit untuk menolong petani sawit melalui program pemerintah daerah yang konkrit, dan program PSR yang harus melibatkan petani sawit swadaya. (T2)


( Sumber : infosawit.com )

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »