Ekspor CPO November Bebas BK

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menetapkan bea keluar (BK) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak US$ 0 per ton untuk bulan November 2016, setelah bulan sebelumnya sempat mencapai US$ 3 per ton. Penetapan BK tersebut seiring menurunnya harga referensi produk CPO sebanyak 5% dari US$ 781,49 per ton menjadi US$ 743,23 per ton.

"Saat ini, harga referensi CPO melemah dan berada di bawah ambang batas pengenaan BK di level US$ 750. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar US$ 0 per ton untuk periode November 2016," kala Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward, Senin (31/10).

Dody mengatakan, ketentuan mengenai BK dan harga referensi CPO tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74/M-DAG/PER/10/2016 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar. BK CPO untuk November 2016 tercantum pada Kolom 1 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No 140/PMK.010/2016 sebesar US$ 0 per ton.

Sementara itu, lanjut Dody, harga referensi biji kakao pada November 2016 kembali menurun sebesar US$ 137 atau 4,71% yaitu dari US$ 2.909,6 per ton menjadi US$ 2.772 per ton. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga turun US$ 134 atau 5,1% dari US$ 2.612 per ton pada periode Oktober 2016 menjadi US$ 2.478 per ton.

Menurut Dody, penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan melemahnya harga internasional komoditas tersebut. Namun, BK biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10%. Hal ini tercantum pada kolom 3 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 140/PMK.010/2016.

"Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya," kata Dody. (epa)

Sumber : Investor Daily | Rabu, 2 November 2016

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »