Sekilas Perjalanan Sawit di Indonesia

Tanaman kelapa sawit atau Elaeis Guineensis secara etimologis berarti tanaman penghasil minyak yang berasal dari Afrika. Pada tahun 1800 M ditemukan bahwa minyak sawit telah digunakan sejak 3000 tahun SM di Afrika Barat. Masyarakat Afrika memanfaatkan bagian dari tanaman kelapa sawit sebagai bahan racikan obat tradisional untuk sakit kepala, rematik, gonorrhea, pencuci perut dan penawar racun.

Sawit dibawa ke Indonesia pertama kali pada 1848 oleh Dr. D. T. Pryce dari Afrika untuk dijadikan koleksi di Kebun Raya Bogor. Benih ini kemudian disebar sebagai tanaman hias ke Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Maluku. Kondisi iklim dan geografis Indonesia membuat tanaman sawit dapat tumbuh dengan baik.

Pada 1878, perusahaan Belanda, Deli Maatschappij mencoba membudidayakan kelapa sawit di distrik Deli, Sumatera Utara. Kemudian pada tahun 1911, seorang Belgia bernama Adrien Hallet mendirikan perkebunan sawit komersial pertama di pantai timur Sumatera dan Aceh.Karena perkembangan yang begitu pesat, tahun 1920 tercatat sudah ada 34 perusahaan perkebunan sawit di Indonesia yang beroperasi. Hasil ekspor sawit Indonesia kala itu mampu mengalahkan dominasi negara Afrika.Namun pada masa penjajahan Jepang, produktivitas dan luas lahan sawit menurun drastis. Tahun 1948-1949, produksi minyak sawit hanya mencapai 56 ribu ton, barulah meningkat sekitar 200 ribu ton pada 1950-an.

Memasuki era Orde Baru, pemerintah terus mendorong ekspansi lahan perkebunan sawit dalam rangka mendorong pembangunan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Hingga pada tahun 1980, luas lahan telah mencapai 290ribu Ha dengan produktivitas mencapai 720ribu ton. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah melalui program PIR.

Saat ini Indonesia telah menjadi dominator dalam produksi minyak sawit dunia bersama Malaysia. Kedua negara menguasai market share minyak nabati dunia  hingga 85%. Minyak sawit memiliki karakter yang sangat stabil, lebih ekonomis, mudah diproduksi dan multiguna, bahkan dapat digunakan sebagai bahan campuran biodiesel. Berbagai kelebihan ini membuat masyarakat dan korporasi dunia kini beralih dari minyak zaitun, rapeseed dan kedelai ke minyak sawit.

Editor: Michael, diolah dari berbagai sumber
sumber :  sawit.or.id

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »