BPDP Sawit Akan Himpun Rp 9,5 Triliun

JAKARTA – BPDPKS pada 2016 memproyeksikan menghimpun dana sawit hingga Rp 9,5 triliun, naik dibandingkan dengan 2015 yang sebesar Rp 6,9 triliun. Selain untuk mendukung program biodiesel,  dana tersebut juga untuk peremajaan.
 
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif BPDPKS Bayu krinamurthi, Kamis (21/10) di Jakarta. Ia mengungkapkan, dari total dana yang dihimpun pada 2015, yang dialokasikan untuk pembayaran dana biodiesel dan pembiayaan program-program lain mencapai Rp 534 miliar.
 
Pada 2016 ini alokasi dana BPDP Sawit Sawit khusus untuk pendanaan pembiayaan dan program-program lain sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun.
 
Dengan perhitungan tersebut, ketersediaan dana sawit cukup aman untuk menopang program B20 hingga 8-10 bulan ke depan dengan tetap menjaga program-program lain dapat berlangsung dengan baik.
 
Bayu mengatakan, salah satu hasil utama COP21 UNFCCC di Paris, Desember 2015, adalah setiap negara, termasuk Indonesia, memberikan komitmennya untuk mengurangi emisi karbon dalam jumlah tertentu.
 
Data ilmiah, lanjut Bayu, menunjukkan, per hektar pohon sawit (per hektar lahan terdapat sekitar 120 pohon) mampu menyerap sekitar 12 ton CO2e (setara CO2) per tahun.
 
Artinya, pada tahun 2015, semua perkebunan sawit Indonesia menyerap 136,8 juta ton CO2e. Bersama dengan itu, pada 2015 semua perkebunan sawit Indonesia menyumbang 438 juta ton oksigen.
 
Lebih lanjut Bayu mengatakan jika dilakukan program biodiesel, terjadi pengurangan emisi CO2e dibandingkan dengan penggunaan minyak fosil. Emisi CO2e yang bisa dikurangi jika B20 biodiesel sawit diterapkan mencapai 9 juta ton – 18 juta CO2e per tahun.
 
Penerapan B20 biodiesel sawit juga memberi manfat lain, yaitu peningkatan diversifikasi energi untuk peningkatan ketahanan energi dan mengurangi impor bahan bakar minyak hingga 6,9 juta kiloliter. Ini setara penghematan devisa 2 miliar dollar AS.
 
Terkait dengan program biodiesel, realisasi penyerapan biodiesel sawit tahun 2014 mencapai 1,78 juta kiloliter, atau rata-rata 148.000 kiloliter atau rata-rata 148.000 kiloliter per bulan. Pada 2014 program biodiesel ditopang subsidi APBN.
 
Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan mengatakan, meski kebutuhan dana subsidi biodiesel dari BPDP Sawit besar pada 2016 karena dampak penurunan harga minyak mentah, masih diuntungkan karena ada sisa dana 2015 sebesar lebih dari Rp 6,35 triliun.

Sumber : Kompas

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »