Berita

Aktifitas

Recent Posts

Jadwal Kunjungan Kebun 2017

Pada tahun 2017, Untuk kunjungan kebun KJP Cipta Prima Sejahtera, akan dilangsungkan dalam 5 bulan yaitu Januari, Maret, Mei, Juli serta September 2017.

Rencananya kunjungan kebun akan dilangsungkan pada hari kedua yaitu hari Jum'at dan Sabtu, sehingga bagi calon anggota diharapkan sudah dapat berada di Banjarmasin, pada hari Kamis.

Rencananya Kunjungan akan menuju Tanah Laut seperti pembibitan, kebun Jilatan dan juga lokasi Pabrik, sedangkan lokasi di Batola/Kapuas berada di kebun di Tabunganen dan Sungai teras.
Untuk kunjungan kebun ini diharapkan bagi calon anggota dapat menghubungi pengurus KJP Cipta Prima Sejahtera, satu pekan sebelumnya ke nomor 0813.4830.3022 atau 0819.5278.9745

Harga CPO 28 Desember: Ringgit Berbalik Melemah, Sawit Menguat Lagi

JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/12/2016), seiring melemahnya kinerja mata uang ringgit Malaysia.

Kontrak berjangka CPO untuk Maret 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka turun 0,13% atau 4 poin di posisi 3.124 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian berbalik menguat 0,64% atau 20 poin ke level 3.148 ringgit per ton pada pukul 10.08 WIB.
Pada perdagangan Selasa (27/12), harga CPO ditutup rebound 2,22% atau 68 poin ke 3.128 ringgit di tengah spekulasi mengetatnya produksi serta meningkatnya permintaan.

“Produksi di Malaysia bulan ini cenderung lebih rendah dari ekspektasi ketika ternyata lebih dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk pohon tumbuh akibat kekeringan,” ujar Gnanasekar Thiagarajan, head of trading and hedging strategies Kaleesuwari Intercontinental, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Turut mendukung penguatan sawit, menurut data  Intertek Testing Services, jumlah ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang 1-25 November turun 5,6% menjadi 845.441 ton dari sebelumnya 895.625 ton.

“Data ekspor terbaru menunjukkan sejumlah pembelian yang jelas menopang minyak sawit,” tambahnya.

Sementara itu, nilai tukar ringgit pagi ini melemah 0,08% ke 4,4827 per dolar AS pada pukul 10.23 WIB setelah dibuka menguat tipis 0,02% di posisi 4,4783.

Pergerakan Harga CPO Kontrak Maret 2017

Pergerakan Harga CPO Kontrak Maret 2017

Tanggal
Level
Perubahan
28/12/2016
(Pk. 10.08 WIB)
3.148
+0,64%
27/12/2016
3.128
+2,22%
23/12/2016
3.060
-0,52%
22/12/2016
3.076
-1,22%
21/12/2016
3.114
+0,68%
Sumber: Bloomberg

Sumber : Bisnis.com,

Fundamental Kuat Jadi Penopang CPO

Nilai tukar ringgit Malaysia yang anjlok membuat harga CPO kian murah

JAKARTA – Produksi yang tergerus jadi penopang utama kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sepanjang 2016. Mengutip Bloomberg, Jumat (30/12) pukul 16.45 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Maret 2017 di Malaysia Derivative Exchange merangkak naik 0,28% jadi RM 3.115 per metrik ton. Harga itu sudah melambung 21,82% sejak awal tahun ini.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures, menjelaskan, sejak awal 2016 harga CPO sudah dibalut katalis positif. Memang, badai EI Nino masih membayangi produksi perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Tapi, permintaan justru meningkat. "Sehingga, dari permintaan dan pasokan terus tarik menarik. Wajar saja, harga berpeluang di atas RM 3.000 per metrik ton saat tutup tahun," ujarnya kemarin.

Dukungan kenaikan harga CPO semakin bertambah Setelah nilai tukar ringgit Malaysia menukik. Sejak awal tahun hingga kemarin (30/12), pukul 15.25 WIB, posisi USD, MYR merosot 4,46% menuju RM 4,4862 per dollar AS.

Dengan posisi ringgit MaIaysia yang rendah, maka harga jual CPO pun jadi murah. Faktor ini pula yang turut menggiring harga CPO menyentuh level tertinggi, setidaknya sejak 2014, di posisi RM 3.161 per metrik ton pada 15 Desember 2016.

Produksi CPO Malaysia di November 2016 yang merosot 6,1% jadi 1,57 metrik ton, membuat kenaikan harga kembali tak terbendung. Memang Yulia Safrina, search and analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, pergerakan CPO tahun ini cenderung positif. Walau sempat tertekan di semester pertama, penguatan harga minyak sawit kembali stabil setelah Juli 2016 lalu.

Dorongan pada harga CPO di paruh kedua 2016 berasal dari kenaikan harga minyak mentah dunia. "Spekulasi kenaikan suku bunga The Fed turut membantu laju harga CPO," tambah Yulia. Padahal, dari sisi permintaan belum terjadi kenaikan signifikan. Data Intertek Testing Service menujukkan, ekspor CPO Malaysia selama periode 1-25 Desember tergerus 5,6% menjadi 845.441 ton dibanding masa yang sama di bulan sebelumnya.

Tren bullish

Dan, rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS sebanyak tiga kali di tahun depan tetap akan menekan valuasi ringgit Malaysia. Hasilnya, pada awal 2017 CPO masih dibalut sentimen positif.

Harga CPO juga dalam trek yang positif jika harga minyak dunia menanjak, dengan dorongan pembatasan produksi dari OPEC. Namun di sisi lain, ada risiko kenaikan produksi CPO seiring dengan berakhirnya badai El Nino. Wahyu juga menduga di kuartal I-20I7, harga CPO akan tetap mempertahankan tren bullish-nya. "Pasokan dari dua produsen CPO terbesar yakni Malaysia dan Indonesia masih akan menipis akibat cuaca yang belum stabil," tebak Wahyu.

Dari sisi permintaan, rencana China mengimpor CPO sebanyak 2,5 juta ton juga menjadi katalis positif. Belum lagi, Indonesia juga menargetkan konsumsi biodiesel melonjak 90% menjadi 5,5 juta kiloliter selama tahun 2017.

Wahyu pun optimistis pada kuartal I 2017 harga CPO bergerak dalam rentang RM 2.800-RM 3.540 per metrik ton. Sedangkan Yulia memproyeksikan, harga CPO akan terus menguat, dengan pergerakan di kisaran RM 3.000-RM 3.500 per metrik ton.